Thursday, September 4, 2008
Tauhid
Perkataan Tauhid diambil kata : Wahhada Yuwahhidu Tauhidan yang artinya mengesakan. Satu suku kata dengan kata wahid yang berarti satu atau kata ahad yang berarti esa. Dalam ajaran Islam Tauhid itu berarti keyakinan akan keesaan Allah. Kalimat Tauhid ialah kalimat La Illaha Illallah yang berarti tidak ada Tuhan melainkan Allah. ( al-Baqarah 163 Muhammad 19 ).Tauhid merupakan inti dan dasar dari seluruh tata nilai dan norma Islam, sehingga oleh karenanya Islam dikenal sebagai agama tauhid yaitu agama yang mengesakan Tuhan.
Perkataan Tauhid berasal dari Bahasa Arab, Secara Etimologis, tauhid berarti Keesaan. Maksudnya, ittikad atau keyakinan bahwa Allah SWT adalah Esa, Tunggal; Satu. Pengertian ini sejalan dengan pengertian Tauhid yang digunakan dalam Bahasa Indonesia, yakni “ Keesaan Allah “ ; Mentauhidkan berarti mengakui keesaan Allah ; Mengesakan Allah.
Pada prinsipnya Tauhid dapat dibagi menjadi 3 macam yakni tauhid rububiyah, uluhiyah dan Asma wa Sifat.
1. Rububiyah
Beriman bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb yang memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur, memelihara serta menjaga seluruh Alam Semesta. Sebagaimana terdapat dalam Al Quran surat Az Zumar ayat 62 :"Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu"
Namun demikian yang harus menjadi renungan bagi anda bahwa bahwa orang-orang kafir yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, mereka meyakini bahwa Allah sebagai Pencipta, Pemberi rizki, Yang menghidupkan, Yang mematikan, Yang memberi manfa'at, Yang memberi madzarat, Yang mengatur segala urusan (tauhid rububiyah). Tetapi semuanya itu tidak menyebabkan mereka sebagai muslim, Allah berfirman:
"Katakanlah: 'Siapa yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapa yang kuasa
[menciptakan] pendengaran dan penglihatan, dan siapa yang mengeluarkan yang mati dari yang
hidup, dan siapa yang mengatur segala urusan?' Maka mereka akan menjawab:'Allah'. Maka
katakanlah:'Mengapa kamu tidak bertakwa [kepada-Nya]." (Yunus:31)
Artinya adalah bahwa ungkapan terhadap bahwa Allahlah yang mencipta, memberi rezki dan menghidupkan serta mematikan, tidaklah menyebabkan seseorang sebagai seorang yang benar-benar beriman, atau orang yang dianggap sebagai seorang muslim sejati.
Mungkin hari ini banyak yang berucap hanya milik Allah, hanya punya Allah dan Allahlah yang mengatur,,, namun ungkapan itu tidak diikuti oleh sebuah aplikasi yang menunjukkan bahwa kata2 sebelumnya seharusnya mengikatnya untuk berbuat sesuai dengan keyakinannya kepada Allah tersebut.
2. Uluhiyah/Ibadah
Beriman bahwa hanya Allah semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bangiNya. "Allah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang orang yang berilmu (juga menyatakan demikian). Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang Mahaperkasa lagi Maha Bijaksana" (Al Imran : 18). B eriman terhadap uluhiyah Allah merupakan konsekuensi dari keimanan terhadap rububiyahNya.
Mungkin dalam kehidupan kita sehari-hari selalu kita dengar, bahkan setiap pengajian dan ceramah agama atau kata nasehat lainnya berucap hanya Allahlah yang berhak disembah,,,, dan tidak ada sekutu baginya,,, bahkan mereka ngotot dan bertegang urat lidah mengucapkannya,, namun tetap saja, aplikasi dari sebuah kata sangat menentukan,,,, Karena yang berhak disembah tersebut bukan ucapan saja tetapi sebuah prilaku tunduk dan taat kita kepada Allah tersebut dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangannya.
Demikian juga terhadap tidak adanya sekutu bagi Allah Swt,,bukan sebuah kata mujarab sebagai penghiyas lisan manusia yang mengaku beriman,,, tetapi adalah sebuah aplikasi bahwa di dalam setiap ruang lingkup kehidupannya benar-benar diyakini dan dijadikan sebagai rujukan dalam bertindak menjalankan kehidupan sehari. Karena Allah tetap hanya satu, tidak dua, tiga dan atau banyak. Namun kadang ucapan selalu berbeda dengan prilaku,,, perbuatan selalu berbeda keyakinan, dan keyakinan selalu berbeda dengan aplikasinya.
Jika kita memang hanya mempercayai Allah yang berhak di sembah,,, tanpa sekutu baik orang maupun setan-setan durjana, lalu kenapa kenapa kepentingan yang lain selain menyembah selalu utama? kenapa ucapan kita satu namun aplikasi dua? kenapa dalam ibadah kita juga selalu mengingat selain Allah? padahal ibadah adalah hubungan langsung antara kita dengan Allah itu sendiri. Lalu kalau dalam ibadah saja kita mengingat yang lain, apakah tertutup kemungkinan diluar ibadah kita menjadikan Allah sebagai sampingan karena ketidak mampuan? Wallahu a'lam.
3. Asma wa Sifat
Beriman bahwa Allah memiliki nama dan sifat baik (asma'ul husna) yang sesuai dengan keagunganNya. Umat Islam mengenal 99 asma'ul husna yang merupakan nama sekaligus sifat Allah.
Tauhid Asma wa Sifat Yaitu beriman kepada nama-nama Allah dan sifat-sifatNya, sebagaimana yang diterangkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah RasulNya Shallallaahu alaihi wa Salam menurut apa yang pantas bagi Allah Subhannahu wa Ta’ala, tanpa ta’wil dan ta’thil, tanpa takyif, dan tamtsil, berdasarkan firman Allah Subhannahu wa Ta’ala : “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syura: 11)
Allah menyanggah atau menolak jika ada sesuatu yang menyerupaiNya, Allah menapikan sesuatu yang disetarakan dengannya, Allah juga maha dari segalanya,,,
Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS Al Hasyr 59: 23)
dengan demikian :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” [Ali Imran : 102]
Hai sekalian manusia bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan daripadanya Allah menciptakan isterinya (Hawa); dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan ) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” [An-Nisaa' : 1]
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment